Hubungan Perkawinan dan Keluarga di dalam Masyarakat

Keluarga merupakan satu satuan
terkecil atau kelompok social
terkecil yang ada di dalam sebuah
masyarakat yang mempunyai fungsi
dan peran-peran masing-masing.
Sebuah keluarga atau familiy terdiri
atas orang-orang yang menganggap
bahwa mereka mempunyai
hubungan darah, pernikahan atau
adopsi.
Keluarga juga bisa diartikan sebagai
dua atau lebih dari dua individu
yang tergabung karena hubungan
darah, hubungan perkawinan atau
pengangkatan dan mereka hidupnya
dalam suatu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan
didalam perannya masing-masing
dan menciptakan serta
mempertahankan suatu kebudayaan.
Keluarga dapat terbentuk
berdasarkan perkawinan. Pengertian
perkawinan itu sendiri merupakan
suatu pola social yang dimana dua
orang atau lebih untuk membentuk
sebuah keluarga. Memang tidak
semua keluarga harus diikat oleh
ikatan perkawinan, misalnya saja
kasus kumpul kebo yang
merupakan incest taboo (hal yang
menimpang atau dianggap tabu).
Namun hal ini dapat mengakibatkan
disfungsi pada keluarga itu sendiri.
Banyak pola-pola hubungan antara
perkawinan dan keluarga. Pertama,
seperti yang sudah dijelaskan diatas
tadi, yaitu pola hubungan keluarga
yang tidak didasari dengan
perkawinan atau illegal (kumpul
kebo). Proses sosialisasi ke
masyarakat untuk keluarga seperti
ini cukup sulit. Karena pola
hubungan keluarga dan perkawinan
seperti ini dianggap buruk oleh
masyarakat. Fungsi-fungsi dan
peran masing-masing anggota
keluargapun sulit unutk
dilaksanakan akibat banyaknya
tekanan-tekanan dari masyarakat
sekitar keluarga itu tinggal.
Kedua, pola hubungan perkawinan
dan keluarga didasari dengan
perkawinan yang sah dan legal.
Hampir seluruh warga di Indonesia
merupakan bagian dari pola
hubungan keluarga dan perkawinan
seperti ini. Sehingga proses
sosialisasi untuk keluarga seperti ini
dapat berjalan dengan lancar dan
baik. Keluarga dengan tipe seperti
inipun bisa dikatakan keluarga yang
baik sebab dengan sah dan legalnya
sebuah keluarga, maka proses
sosialasasi dan penerapan fungsi
serta peran-peran dalam masyarakat
dapat berjalan dengan baik.
Terakhir, pola hubungan
perkawinan dan keluarga
berdasarkan hubungan sedarah atau
satu keturunan. Menurut agama
islam, hal ini sangat dilarang karena
menikah dengan orang yang
memiliki hubungan sedarah berarti
menikah dengan seseorang
sepersusuan. Menurut ilmu
kedokteran, menikah dengan
saudara sedarahpun juga dilarang
sebab, jika seseorang menikah
dengan orang yang sedarah
otomatis atauk keturunan yang
dihasilkan merupakan hasil
prcampuran kedua darah yang
sama. Percampuran kedua darah
yang sama ini dapat mengakibatkan
pengumpalan-penggumpalan dalam
tubuh anak itu yang menyebabkan
cacatnya organ atau mental si anak.
Hal seperti ini masih banyak terjadi
pada masyarakat terpencil yang
belum mengerti bahaya menikah
dengan seseorang yang masih ada
hubungan darah. Sehingga ada
beberapa komunitas atau kampung
yang penduduknya memiliki
kelainan jiwa atau cacat. Hal ini
disebabkan karena adap yang
memaksa. Jika mereka tidak
mengikuti adat, maka mereka akan
dikeluarkan dari komunitas tersebut.
Pola-pola hubungan perkawinan
seperti diatas merupakan hal yang
masih sering terjadi dimasyarakat
dunia khusnya di Indonesia sendiri.
Banyak kasus-kasus tentang
kumpul kebo atau nikah sirih yang
mulai terungkap belakangan ini.
Untuk pola keluarga yang tidak
dilandasi perkawinan dapat kita
jumpai di Negara-negara barat.
Beraneka ragamnya pola hubungan
antara keluarga dan perkawinan
menandakan bahwa masyarakat
zaman sekarang sudah mulai
mengalami perubahan social.
Dahulu ketika perkawinan masih
dianggap sacral, tidak ada yang
namanya seseorang melakukan
kumpul kebo atau hal menyimpang
lainnya. Namun seriring
perkembangan zaman, semuanya
telah berubah. Perkawinan dan
sebuah keluarga merupakan suatu
hal yang di anggap sebagai hal yang
tidak sacral lagi.

    1. Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s