Bimbingan Dan konseling

BIMBINGAN DAN KONSELING
KATA PENGANTAR
Bimbingan dan konseling adalah dua istilah yang sering kita jumpai bagaikan kata majemuk. Bimo Walgito (1982: 11) merumuskan bahwa bimbingan menurut banyak ahli, bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu-individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan-kesulitan didalam kehidupanya, agar individu atau sekumpulan individu-individu itu dapat mencapai kesejahteraan hidupnya.
Bimo Walgito (1982: 11) menyatakan bahwa konseling adalah bantuan yang diberikan kepada individu dalam memecahkan masalah kehidupanya dengan wawancara, dengan cara-cara yang sesuai dengan keadaan individu yang dihadapi untuk mencapai kesejahteraan hidupnya.

POKOK MASALAH
Peranan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran siswa.
Landasan dan bimbingan konseling
Prinsip –prinsip operasional bimbingan dan konseling di sekolah

PEMBAHASAN
Peranan bimbingan dan konseling dalam pembelajaran siswa.
Beberapa gejala bahwa siswa mengalami kesulitan dalam belajar seperti yang dikemukakan Abu Ahmadi (1977) sebagai berikut:
Hasil belajarya rendah, dibawah rata-rata kelas.
Hasil yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang dilakukanya.
Menunjukkan sikap yang kurang wajar: suka menentang, dusta, tiddak mau menyelesaikan tugas-tugas, dan sebagainya.
Menunjukkan tingkah laku yang berlainan seperti suka membolos, suka mengganggu dan sebagainya.

Siswa yang mengalami kesulitan belajar kadang-kadang ada yang mengerti bahwa dia mempunyai masalah ttetapi tidak tahu bagaimana mengatasinya, dan ada juga tidak mengerti kepada siapa ia harus meminta bantuan dalam menyelesaikan masalahnya itu. Apabila masalahnya itu belum teratasi, mereka mungkin tidak dapat belajar dengan baik, karena konsentrasinya akan terganggu. Jika kondisinya demikian maka mereka (siswa-siswa iitu) membutuhkan bimbingan dan konseling yang meliputi antara :
Bimbingan belajar
Bimbingan – bimbingan ini dimaksudkan untuk mengatasi masalah –masalah yang berhubungan dengan kegiatan belajar baik disekolah maupun diluar sekolah.
Cara belajar, baik belajar secara kelompok ataupun individual.
Cara bagaimana merencanakan waktu dan kegiaan belajar.
Efisiensi dalam menggunakan buku-buku pelajaran.
Cara mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan degan mata pelajaran tertentu.
Cara, proses, dan prosedur tentang mengikuti pelajaran.
Menurut Winkel (1978) mengatakan bahwa layanan bimbingan dan konseling mempunyai peranan penting untuk membantu siswa, antara lain dalam hal:
Mengenal diri sendiri dan mengerti kemungkinan-kemungkinan yang terbuka bagi mereka, baik sekarang maupun yang akan dating.
Mengatasi masalah pribadi yang mengganggu belajarnya. Misalnya masalah hubungan muda-mudi. Masalah ekonomi,masalah hubungan dengan orang tua/keluarga, dan sebagainya.

Bimbingan social, dan
Dalam proses belajar di kelas siswa juga harus mampu menyesuaikan diri dengan kehidupan kelompok. Dalam kehidupan kelompok perlu adanya toleransi/tenggang rasa, saling member dan menerima (take and give), tidak mau menang sendiri, atau kalau mempunyai pendapat harus diterima dalam mengambil keputusan. Bimbingan social ini dimaksudkan untuk membantu siswa dalam memecahkan dan mengatasi kesulitan-kesulitan yang berkaitan dengan masalah social, sehingga terciptalah suasana belajar-mengajar yang kondusif. Menurut Abu Ahmadi (1977) bimbingan social ini dimaksudkan untuk:
Memperoleh kelompok belajar dan bermain yang sesuuai.
Membantu memperoleh persahabatan yang sesuai.
Membantu mendapatkan kelompok sosial untuk memecahkan masalah tertentu.
Disamping itu, bimbingan sosial juga dimaksudkan agar siswa dapat melakukan penyesuaian diri terhadap teman sebayanya baik di sekolah maupun di luar sekolah (Downing, 1978).

Bimbingan dalam mengatasi masalah-masalah pribadi.
Bimbingan ini dimaksudkan untuk meringsnkan beban siswa dalam mengatasi masalah-maslah pribadi, yang dapat mengganggu kegiatan belajarnya. Siswa yang mempunyai masalah dan belum dapat diatasi/dipecahkan, akan cenderung terganggu konsentrasi dalam belajarnya, dan akibatnya prestasi belajar yang dicapainya rendah. Dalam kurikulum SMA tahun 1975 buku III C tentang pedoman Bimbingan dan penyuluhan dinyatakan ada beberapa masalah pribadi yang memerlukan bantuan konseling, yaitu masalah akibaat konflik antara:
Perkembangan intelektual dengan emosinya.
Bakat dengan aspirasi lingkunganya.
Kehendak siswa dengan orang tua atau lingkunganya.
Kepentingan siswa dengan orang tua atau lingkunganya.
Situasi sekolah dengan situasi lingkungan.
Bakat dan pendidikan yang kurang bermutu dengan kelemahan
keengganan mengambil pilihan.
Hal yang serupa yang di kemukakan oleh downing (1968) bahwa layanan bimbingan di sekolah sangat bermanfaat. Terutama dalam membantu:
menciptakan suasana hubungan sosial yang menyenangkan.
Menstimulasi siswa agar mereka meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan belajar – mengajar.
Menciptakan atau mewujudkan pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Meningkatkan motivasi belajar siswa.
Menciptakan dan menstimulasi tumbuhnya minat belajar.

Landasan dan bimbingan konseling
Pemberian layanan bimbingan dan konseling pada hakikatnya selalu didasarkan atas landasan –landasan utama atau prinsip-prinsip dasar. Hal ini berupaa keyakinan – keyakinan yang pada akhirnya dapat mewarnai seluruh kegiatan bimbingan dan konseling. Menurut Winkel (1991) landasan – landasan itu adalah sebagai berikut.
Bimbingan selalu memperhatikan perkembangan siswa sebagai individu yang mandiri dan mempunyai potensi untuk berkembang.
Bimbingan berkissar pada dunia subjektif masing – masing individu.
Kegiatan bimbingan dilaksanakan atas dasar kesepakatan antara pembingbing dengan yang dibimbing.
Bimbingan berlandaskan pengakuan akan martabat dan keluhuran individu yang dibimbing sebagai manusia yang mempunyai hak – hak asasi (human rights).
Bimbingan adalah suatu kegiatan yang bersifat ilmiah yang mengintegrasikan bidang –bidang ilmu yang berkaitan dengan pemberian bantuan psikologis.
Pelayanan ditunjukkan kepada semua siswa, tidak hanya untuk individu yang bermasalah saja.
Bimbingan merupakan suat proses, yaitu berlangsung secara terus – menerus, berkesinambungan, berurutan, dan mengikuti tahap – tahap perkembangan anak.
Landasan –landasan tersebut merupakan dasar filosofis dalam layanan bimbingan dan konseling. Sebagai satu kegiatan yang bersifat professional. Dasar ini menetukan pendekatan (approach) yang di tempuh dalam membantu klien untuk memecahkan masalahhnya.
Prinsip – Prinsip Operasional Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Prinsip –prinsip yang dimaksud ialah landasan teoretis yang mendasari pelaksanaan layanan bimbingan dan konseling, agar layanan tersebut dapat lebih terarah dan berlangsung dengan baik. Bagi para konselor dalam melaksanakan kegiatan ini perlu sekali memperhatikan prinsip – prinsip tersebut. Berikut tentang ini di kemukakan rumusan tentang prinsip – prinsip bimbingan yang dituangkan dalam kurikulum SMA tahun 1975 buku III C tentang pelaksanaan bimbingan dan konseling, yang selanjutnya akan diganti dengan pedomana bimbingan dan konseling dalam kurikulum 1994.
Prinsip –prinsip umum ini dikemukakan beberapa acuan umum yang mendasari semua kegiatan bimbingan dan konseling. Prinsip – prinsip ini antara lain :
Karena bimbingan itu berhubungan dengan sikap dan tingkah laku individu, perlu diingat bahwa sikap dan tingkah laku individu itu terbentuk dari segala aspek kepribadian yang unik dan ruwet, sikap dan tingkah laku tersebut dipengaruhi oleh pengalaman – pengalamanya.
Perlu dikenal dan dipahami karakteristik individual dari individu yang dibimbing.
Bimbingan di arahkan kepada bantuan yang di berikan supaya individu yang bersangkutan mampu membantu atau menolong dirinya sendiri dalam menghadapi kesulitan – kesulitannya.
Program bimbingan harus sesuai dengan program pendidikan disekolah yang bersangkutan.
Pelaksanaan program bimbingan harus di pimpin oleh seorang petugas yang memiliki keahlian dalam bimbingan dan sanggup bekerja sama dengan para pembantunya serta dapat dan bersedia mempergunakan sumber –sumber yang berguna di luar sekolah.
Terhadap program bimbingan harus senantiasa diadakan penilaian secara teratur untuk mengetahui sampai di mana hasil dan manfaat yang diperoleh serta persesuaian antara pelaksanaan dan renccana yang dirumuskan terdahulu.
Prinsip – prinsip yang berhubungan dengan individu yang di bombing
Layanan bimbingan harus diberikan kepada semua siswa. Maksudnya bahwa pembimbing dalam memberikan layanan tidak tertuju kepada siswa tertentu saja, tetapi semua siswa perlu mendapatkan bimbingan, baik yang mempunyai masalah ataupun belum.
Harus ada kriteria untuk mengatur prioritas layanan kepada siswa tertentu. Misalnya: beerupa hasil belajar mereka peroleh.Semakin rendah hasil hasil belajar siswa dari sebelumnya. Maka mereka itu perlu diprioritaskan untuk mendapatkan bantuan, dan hal itu tidak boleh ditunda –tunda sebab jika ditunda maka akan menyebabkan kesulitan, baik yang menyangkut belajarnya maupun emosionalnya.
Program bimbingan harus berpusat pada siswa. Program yang disusun harus didasarkan atas kebutuhan siswa.
Layanan bimbingan harus dapat memenuhi kebutuhan – kebutuhan individuyang bersangkutan secara serba ragam dan serba luas.
Keputusan terakhir dalam proses bimbingan ditentukan oleh individu yang dibimbing. Dalam pelaksanaan bimbingan, pembimbing tidak boleh memaksakan kehendaknya kepada individu yang dibimbing. Peranan pembimbing hanya memberikan arahan – arahan serta berbagai kemungkinan, dan keputusan mana yang akan diambil diserahkan sepenuhnya kepada individu yang dibimbing. Dengan demikian klien mempunyai tanggung jawab penuh terhadap keputusan yang diambilnya itu.
Indivvidu yang mendapat bimbimbingan harus berangsur – angsur dapat membimbing dirinya sendiri. Hasil pemberian layanan diharapkan tidak hanya berguna pada waktu pemberian layanan itu saja, tetapi jika individu mengalami masalah yang sama dikemudian hari ia akan dapat mengatasinya sendiri, ehingga tingkat ketergantungan individu kepada pembimbing semakin berkurang. Tujuan akhir dari kegiatan ini ialah memandirikan individu yang dibimbing (klien) dalam mengatasi masalah yang dihadapinya.

Prinsip – prinsip khusus yang berhubungan dengan individu yang memberikan bimbingan
Konselor disekolah dipilih atas dasar kualifikasi kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan kemampuanya. Karena pekerjaan bimbingan merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian dan keterampilan – keterampilan tertentu, maka pekerjaan bimbingan itu tidak dapat dilakukan oleh semua oang. Dengan demikian, orang yang bertugas sebagai pembimbing disekolah harus dipilih atas dasar – dasar tertentu, misaalnya: kepribadian, pendidikan, pengalaman, dan kemampuanya, karena kualifikasi tersebut dapat mendukung keberhasilan pembimbing dalam melaksanakan tugasnya. Banyak maslah – masalah yang dalam pemecahanya diperlukan dukungan pengalaman pembimbing, keluasan wawasan maupun lainya.
Konselor harus mendapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya serta keahlian melalui berbagai latihan penataran. Karena ilmu tentang bimbingan terus berkembang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan lainya. Agar pembimbing dapat mengikuti dan menguasai perkembangan tersebut, pembimbing hendaklah mencari/mendapatkan kesempatan untuk mengikuti berbagai latihan dan ppenataran, sehingga potensi yand dimiliki pembimbing itu lebih berkembang lagi. Dengan demikian teknik – teknik bimbingan yang dikuasai pembimbing akan lebih kaya, dan wawasanya tentang bimbingan akan lebih luas.
Konselor hendaknya selalu mempergunakan informasi yang tersedia mengenai individu yang di bombing beserta lingkunganya, sebagai bahan untuk membantu individu yang bersangkutan kea rah penyesuaian diri yang lebih baik. Untuk efektifnya pemberian bantuan kepada anak didik, pembimbing perlu mengetahui informasi tentang anak didik serta lingkunganya. Penguasaan informasi tersebut akan memudahkan pembimbing untuk membantu anak didiknya dalam mencarikan alternatif – alternatif pemecahan masalah yang dihadapinya serta dalam mengembangkan kemampuan untuk melakukan penyesuaian diri secara baik.
Konselor harus menghormati dan menjaga kerahasiaan informasi tentang individu yang dibimbingnya. Informasi yang diperoleh dari individu yang dibimbing itu ada yang perlu dirahasiakan, maka individu yang bersangkutan akan merasa malu dan akhirnya individu tersebut tidak akan percaya pada pembimbing. Sebagai akibanya jika pada masa datang ia mengalami masalah, ia tidak akan menyampaikanya secara jujur kepada pembimbing. Bila klien merasa yakin bahwa rahasia pribadinya terjamin, maka ia akan mau membukakan dengan terus terang permasalahan – permasalahan yang sedang dihadapinya. Dengan demikian, pembimbing dapat memperoleh informasi yang lengkap dan jelas tentang klien, sehingga mempermudah mengetahui sumber penyebab timbulnya masalah dan mempercepat pemecahan masalah itu.
Konselor hendaknya mempergunakan berbagai jenis metode dan teknik yang tepat dalam melakukan tugasnya. Karena keunikan masalah yang dialami oleh individu dan latar belakangnya maka dalam pemberian layanan, pembimbing dituntut untuk menguasai berbagai metode dan teknik bimbingan. Disamping itu, pembimbing juga harus menggunakan berbagai metode untuk mengatasi masalah yang dapat diselesaikan dengan satu teknik saja dan ada pula yang memerlukan lebih dari satu teknik atau metode.
Konselor hendaknya memperhatikan dan mempergunakan hasil penelitian dalam bidang: minat, kemampuan, dan hasil belajar individu untuk kepentingan perkembangan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Dengan menggunakkan data yang tepat maka kegiatan bimbingan akan lebih bermakna bagi individu yang dibimbing khususnya dan pengembangan kurikulum sekolah pada umumnya.

Prinsip – prinsip Khusus yang berhubungan dengan Organisasi dan Administrasi bimbingan
Bimbingan harus dilaksanakan secara berkesinambungan.
Dalam pelaksanaan bimbingan haarus tersedia kartu pribadi(cumulative record) bagi setiap individu(siswa). Hal ini sangat diperlukan untuk mencatat data pribadi individu secara sistematik yang dapat digunakan untuk membantu kemajuan individu yang bersangkutan. Dengan demikian, pembimbing dapat dengan mudah mengetahui perkembangan masalah Klient dan pembimbing mempunyai data yang lengkap tentang keadaan klienya.
Program bimbingan harus disusun sesuai dengan kebutuhan sekolah yang bersangkutan. Karena pelaksanaan bimbingan terintegrasi dalam keseluruhan proses pendidikan di sekolah, maka dalam penyusunan program bimbingan juga harus sesuai dengan program sekolah itu agar layanan bimbingan mempunyai sumbangan yang besar terhadap program sekolah.
Pembaagian waktu harus diatur untuk setiap petugas secara baik. Ini untuk menghindari penumpukan tugas –tugas dari para pembimbing. Disamping itu, juga untuk menghindari kekecewaan siswa yang merasa senang pada pembimbing tertentu, tetapi pembimbing tersebut tidak ada.
Bimbingan harus dilaksanakan dalam situasi individual dan dalam situasi kelompok, sesuai dengan masalah dan metode yang dipergunakan dalam memecahkan masalah itu.
Sekolah harus bekerja sama dengan lembaga – lembaga di luar sekolah yang menyelenggarakan layanan yang berhubungan dengan bimbingan dan penyuluhan dan umumnya.
Kepala sekolah memegang tanggung jawab tertinggi dalam pelaksanaan bimbingan.

KESIMPULAN
Untuk membantu proses perkembangan pribadi dan mengatasi mmasalah yang dihadapi sering kali siswa memerlukan bantuan professional. Sekolah harus dapat menyediakan layanan profesioanal yang dimaksud berupa layanan bimbingan dan konseling, karena sekolah merupakan lingkungan akan yang terpenting sesudah keluarga. Layanan ini dalam batas tertentu dapat dilakukan guru, tetapi jika masalahnya berat diperlukan petugas khusus konselor untuk menanganinya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s