peran dan fungsi kaum pinggiran di era otonomisasi pembangunan daerah

“. Laju pembangunan adalah konskwensi logis dari negara berkembang. Pembangunan yg semula tersentral di tingkat pusat-pusat kota kini mulai merambah satuan daerah terkecil dan/ atau yg dinamakan desa. Sebenarnya, geliat pembangun daerah sudah muncul seiring tuntutan reformasi. Diterbitkannya UU 22 th 1999 membawa konsekwnsi pembangunan berbasis lokal. Asas Desentralisasi dgn konsep otonomi menjadi gong yg membahana. Masih dlm uforia otonomi pemerintah melakukan perubahan terhadap legislasi penyangga otoda. Seiring berjalannya waktu, titik pembangunan dan akses kebutuhan publik masih berkutat di seputar perkotaan. sementara desa dan daerah terpencil hanya jadi daerah “terpinggirkan”. Desa hanya jadi alat untuk mengeruk anggaran negara dengan dalih “tertinggal”, “terbodoh”(karna masih dihuni para buta iptek). Kenyataan itu seakan menjadi mimpi buruk bagi segelintir anak_anak muda desa yg mulai memahami arti penting otoda. Krna harapan dan impian tak kunjung jadi nyata, sekian tahun reformasi bergulir desa tetaplah desa. Kesejahteraan, kemakmuran, kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan bagi anak-anak pinggiran ini masih jauh panggang dari api. Suatu realita yg meng-ironikan memang. Banyak anak-anak pinggiran yg punya kualitas dan kapasitas, namun harus jadi orang bodoh kala berhadapan dengan para “broker pembangunan”. Ini adalah kondisi nyata yg harus diakui dilapangan. Oleh karnanya, dengan angin segar otonomisasi desa diharapkan pemuda dapat jadi penyangga akselerasi pembangunan..Monggo dshare gagasan dan idenya..!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s