Dengan Hati Pedih

Dengan hati pedih serta tubuh letih, segala derita kubawa berlari. Tanpa kumengerti apa salah diri, mengapa derita slalu menghantui.
Apakah ini semua yg dikatakan suratan ketetapan dari Tuhan yg tak dapat dielakkan. Pabila ini semua hanya suatu cobaan, kumohon padamu tuhan berikanlah kekuatan, agar mampu ku menanggung beban, agar jalanku tersesat jalan.

Dengan Hati Pedih

Dengan hati pedih serta tubuh letih, segala derita kubawa berlari. Tanpa kumengerti apa salah diri, mengapa derita slalu menghantui.
Apakah ini semua yg dikatakan suratan ketetapan dari Tuhan yg tak dapat dielakkan. Pabila ini semua hanya suatu cobaan, kumohon padamu tuhan berikanlah kekuatan, agar mampu ku menanggung beban, agar jalanku tersesat jalan.

Dengan Hati Pedih

Dengan hati pedih serta tubuh letih, segala derita kubawa berlari. Tanpa kumengerti apa salah diri, mengapa derita slalu menghantui.
Apakah ini semua yg dikatakan suratan ketetapan dari Tuhan yg tak dapat dielakkan. Pabila ini semua hanya suatu cobaan, kumohon padamu tuhan berikanlah kekuatan, agar mampu ku menanggung beban, agar jalanku tersesat jalan.

Mudik Dengan Sepeda Motor

Banyak sekali kita jumpai pemudik yang mengendarai kendaraan roda dua atau sepeda motor. Untuk memiliki sepeda motor jaman sekarang sangatlah mudah dengan adanya fasilitas kredit yang diberikan oleh dealer. Namun hal ini para pemudik hendaknya tidak menjadikan para pengendara sepeda motor ceroboh dan kurang waspada di jalan raya.
Berikut disampaikan 9 hal yang harus dihindari ketika mudik lebaran dengan sepeda motor sebagai berikut.
 
1. Berkendaraan sepeda motor dalam keadaan cuaca buruk.
Ketika cuaca sedang tidak bersahabat hendaklah berhenti dan berstirahat di tempat yang aman dan nyaman. Hujan lebat menyebabkan pandangan mata terganggu sehingga tidak dapat melihat dengan sempurna kondisi jalan dan benda-benda yang berada di depan,di belakang atau di samping pengendara. Kondisi ini bisa menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Hujan lebat juga menyebabkan jalan raya menjadi licin. Selain itu genangan air dapat menutup permukaan jalan yang berlobang sehingga tak diketahui dan dihindari oleh pengendara sepeda motor. Ini juga sangat membahayakan.

2. Membawa banyak barang sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan yang membonceng maupun yang dibonceng.
Sering terlihat di jalan raya pengendara sepeda motor yang membawa barang cukup banyak yang diletakkan di bagian belakang dan depan sepeda motor misalnya dos, karung dan benda-benda lain. Jika benda-benda ini bergerak lalu miring dan akan jatuh tentu bisa mengganggu konsentrasi pengendara. Bawa barang secukupnya saja toh oleh-oleh bisa dibeli di toko atau pasar terdekat dari tujuan mudik.

3. Berhenti di tempat sepi sendirian.
Jika merasa lelah carilah tempat istirahat yang cukup ramai. Hindari berhenti di tempat sepi dan sendirian, terutama pada malam hari. Di tengah hutan, di taman yang jauh keramaian hendaknya dihindari sebagai tempat istirahat. Bukan tidak mungkin ada orang jahat yang menggunakan tempat-tempat sepi tersebut untuk melakukan kejahatannya misalnya merampok, merampas dan lain sebagainya. Jika kendaraan mogok di tempat sepi usahakan mendorongnya sampai tempat yang cukup ramai dan sering dikunjungi orang misalnya SPBU, masjid, mushola, kantor polisi, rest area, dan lain-lainnya.

4. Menjalankan sepeda motor dengan kecepatan tinggi,zig-zag dan melanggar lampu pengatur lalu lintas.
Keinginan utuk segera sampai tempat tujuan hendaknya tidak menyebabkan Anda lalai,sembrono dengan cara ngebut. Pada saat mudik arus kendaraan begitu ramai sehingga memerlukan kehati-kehatian. Bahkan arus lalu lintas yang lengangpun dapat memacu pengendara sepeda motor atau pengemudi mobil kurang hati-hati. Menerobos palang kereta api dan lampu lalu lintas agar dihindari juga. Hindari melanggar rambu lalu lintas walau tidak ada petugas.
Hindari juga menelpon, sms, bergurau dan atau bermesraan saat berkendaraan bermotor di jalan raya.

5. Memakai jas hujan atau pakaian dengan bagian yang panjang melambai-lambai.
Mantel/jas hujan berbentuk ponco sering berkibar-kibar ketika dipakai oleh pengendara sepeda motor dan orang yang dibonceng. Bagian yang melambai-lambai ini bisa masuk ke celah-celah roda sehingga menyebabkan pengendara terpelanting. Lebih aman jika Anda memakai jas hujan two pieces (bagian baju dan celana terpisah)

6. Tidak memakai helm pengaman yang baik.
Helm pengaman yang kurang baik kualitasya tak sempurna mengamankan kepala dari cedera akibat benturan keras. Gunakan helm yang bagus,aman dan nyaman. Kaitkan tali pengaman dengan sempurna sampai berbunyi: klik.

7. Membawa penumpang lebih dari 2 orang
Berboncengan lebih dari dua orang memang dilarang oleh Undang-Undang karena berbahaya.

8. Tidak memiliki/membawa SIM dan STNK yang berlaku
Ini jelas melanggar undang-undang dan selayaknya dihindari agar Anda dapat mengendarai sepeda motor dengan tenang. Tidak membawa SIM dan STNK bisa menyebabkan Anda -panik saat melihat petugas polantas, utamanya jika ada razia. Sangat menyedihkan bukan jika Anda harus berurusan dengan petugas padahal ingin segera sampai rumah dann bertemu orangtua dan sanak famili.

9. Meninggalkan sepeda motor tanpa dikunci
Jangan terlalu PD dengan meninggalkan kendaraan tanpa dikunci. Setan memang dibelenggu pada saat bulan Ramadhan namun tetap saja masih ada kejahatan. Kunci sepeda motor Anda walau hanya meninggalkannnya sejenak misalnya buang air kecil atau membeli permen di kaki lima. Penjahat selalu mengintai setiap orang yang lalai dan tidak waspada.
.
Sembilan (9) Hal yang harus dihindari ketika mudik lebaran dengan sepeda motor masih bisa Anda kembangkan lagi. Selamat mudik.

Opick El-Rahman Beserta Keluarga Besar Mengucapkan Mohon Maaf Lahir Dan Batin

Air sungai tak selalu jernih
┆begitu juga ucapanku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Kapas tak selalu putih
┆begitu juga hatiku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Langit tak selalu biru
┆begitu juga hidupku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jalan tak selalu lurus
┆begitu juga langkahku
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆Jika Maaf itu bisa terucap hari ini
┆Untuk Apa menunggu hari raya tiba?
┆Sedangkan hembusan Napas pun
┆Kita tak pernah tau kapan akan
┆Berhenti…
┆maka dari itu ku ingin Mohon Maaf atas
┆Kesalahan Kekhilafan maupun
┆Perbuatan yg sengaja ataupun tidak
┆sengaja..yg membuat sakit hati kalian
└┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶⌣̊✽̶.
. Sebelum ramadhan pergi
. Sebelum idul fitri datang
. Sebelum operator sibuk
. Sebelum SMS pending
. Sebelum BBM pending
. Sebelum pulsa habis
┏┉⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┄┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┉┓
┆ Dengan ini saya: Opick El-Rahman Beserta Keluarga Besar dengan rendah hati.
┆ mengucapkan
┆ “MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN”
┆MOHON MAAF LAHIR & BATHIN.

UNTUKMU YG JAUH DSANA

Terkadang ku masih menangis jika mengingatmu
Merasa tak sanggup jika harus kehilanganmu
Karena ku jemu..
Karna ku lelah menapaki jalan rindu

Dan yang terasa hanya sesak di dada
Yang terus menyiksa membuatku tersiksa
Berharap cintaku bisa dalam logika
Merengkuhmu dalam peluk bahagia

Terlalu sakit untukku pendam sendiri
Begitu pahit kenyataan yang harus ku hadapi
Aku sendiri…
Terpenjara dalam rindu yang tak kunjung ku mengerti

Harus ku sebut apa namamu dalam cinta
Andaikan kau tau..
Cintaku melebihi benciku yang membara
Sayangku melebihi sakitku yang kau cipta

Aku tak berdaya..
Aku lemah..
Aku mati rasa.

Cantik(Puisi)

Cantik…
Ingin rasa hati berbisik
Untuk melepas keresahan..dirimu..

Cantik…
Bukan ku ingin mengganggumu
Tapi apa arti merindu..selalu…

Walau mentari terbit di utara
Hatiku hanya untukmu…

Ada hati yang termanis dan penuh cinta
Tentu saja kan kubalas seisi jiwa
Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita
Ini kesungguhan
Sungguh aku sayang kamu..
^_^

LANGSUNG DIBUKA dulu di hadapan panitia.. (JANGAN DIBUKA DI BILIK!).

Untuk mencegah atau meminimalisir kecurangan saat hari H pencoblosan, sebaiknya begitu kita menerima surat suara, LANGSUNG DIBUKA dulu di hadapan panitia.. (JANGAN DIBUKA DI BILIK!).

Lalu setelah dipastikan tidak ada bekas coblosan, barulah kita coblos di bilik suara.. setelah itu dilipat lagi dan dimasukkan ke kotak suara.

Kenapa dibuka di hadapan panitia? karena kalau dibuka di bilik, lalu ternyata sudah ada coblosannya (padahal kita belum coblos), maka bila kita protes, ada kemungkinan akan ditolak karena tidak ada bukti kuat kalau kita belum coblos.

Bila setuju ide ini, silakan sebarkan utk kebaikan

TEORI-TEORI KONSELING: ADAPTASI UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS

Sunardi, Permanarian, Musjafak Assjari
PLB FIP UPI
A. Fungsi Teori dalam Konseling
1. Konseling sebagai ilmu terapan
Ilmu atau ilmu pengetahuan merupakan sejumlah atau sekumpulan pengetahuan yang disusun secara logis dan sistematik, dan dapat diandalkan dalam menjelaskan, meramalkan, dan mengontrol gejala-gejala alam atau tingkah laku guna memperbaiki kualitas hidup manusia dan masyarakat. Sedangkan pengetahuan adalah suatu yang diketahui berdasarkan pengindraan dan pengolahan daya pikir. Pengetahuan secara umum juga dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pengetahuan sederhana berupa pengetahuan faktual yang didapat dari pengalaman hidup sehari-hari atau berdasar akal sehat, serta pengetahuan teoritis berupa teori, hokum, prinsip, dan konsep yang telah diuji ketepatannya dengan fakta melalui kegiatan penelitian. Ilmu yang dianggap maju memuat susunan teori-teori tersebut.
Berdasar uraian di atas, dapat ditafsirkan bahwa konseling adalah suatu ilmu pengetahuan atau disiplin ilmu, karena didalamnya sudah berisi berbagai pengetahuan tentang teori-teori bantuan yang disusun secara logis dan sistematis dalam rangka menjelaskan, meramalkan, mengontrol gejala-gejala tingkah laku memperbaiki kualitas hidup manusia. Seperti ditunjukkan dengan berbagai paparan hasil penelitian, buku teks, maupun karya-karya ilmiah yang sudah tersebar luas di masyarakat.
Secara umum suatu dianggap sebagai disiplin ilmu yang berdiri sendiri apabila memiliki obyek formal, metode, dan disusun secara sistematis, dan konseling sudah memenuhi persyaratan itu semua. Obyek material konseling adalah manusia dengan segenap perilakunya, sedangkan obyek formalnya adalah upaya bantuan kepada individu yang mengacu pada fungsi layanan yang diberikan, yaitu pengentasan dan pengembangan sehingga memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik. Sedangkan hal-hal yang terkait dengan upaya bantuan tersebut, seperti latar belakang, karakteristik individu, jenis, kondisi yang diperlukan, maupun kemungkinan hasilnya telah dikaji secara luas dan mendalam, termasuk seluk beluk dan keterkaitannya antara yang satu dengan yang lain, serta telah ditata secara logis dan sistematis menjadi paparan ilmu.
Sedangkan metode yang dikembangkan dalam konseling untuk mengungkap obyek-obyek kajiannya telah disusun berdasar teori-teori tertentu yang sudah mapan dan melalui berbagai pendekatan dan tindakan-tindakan berdasar kaidah keilmuan, sehingga dapat digunakan
2 Makalah: TEORI KONSELING, Sunardi, Permanarian, M. Assjari, PLB FIP UPI, 2008
secara ilmiah untuk menafsirkan dan memberi makna secara logis dan sistematis berdasar penalaran dan kaidah-kaidah keilmuan yang selaras dan mapan.
Konseling adalah ilmu yang bersifat multireferensial, karena mengunakan dan memanfaatkan rujukan atau sumbangan dari berbagai ilmu yang lain. Sumbangan tersebut tidak terbatas pada pembentukan dan pengembangan teori-teopri konseling, tetapi juga pada praktek pelayanannya.
Gibson dan Mitchell dan Mitchell (1995) menegaskan bahwa untuk membahas konseling sebagai ilmu, dapat dilakukan secara tepat melalui penggalian tentang “akar” dan munculnya konseling sebagai suatu profesi. Dijelaskan bahwa fundasi yang melahirkan konseling adalah bidang psikologi, sehingga lapangan psikologi telah banyak berkontribusi dalam membangun teori dan proses konseling, standarisasi assesmen, teknik konseling kelompok dan individual, serta teori perkembangan karir dan pengambilan keputusan. Secara khusus bidang psikologi tersebut mencakup: (1) psikologi pendidikan (teori belajar, tumbuh kembang anak, dan implikasinya dalam setting pendidikan, (2) Psikologi sosial, untuk membantu pemahaman tentang pengaruh situasi sosial pada individu, termasuk pengaruh lingkungan pada erilaku, (3) psikologi ekologis, berkaitan dengan studi tentang keterkaitan dan pengaruh timbal balik antara individu dan lingkungan terhadap suatu perilaku, (4) psikologi perkembangan, yang membantu dalampemahaman mengapa dan bagaimana perkembangan individu dan perubahan-perubahan yang terjadi sepanjang kehidupan.
Disamping mendapat sumbangan dari bidang psikologi, ilmu konseling juga mendapat kontribusi dari bidang ilmu yang lainnya, seperti sosiologi (untuk pemahaman kelompok manusia dan pengaruhnya terhadap perilaku manusia), antropologi (untuk pemahaman pengaruh timbal balik kebudayaan dan perilaku manusia), biologi (untuk pemahaman organisme manusia dan keunikannya, maupun teknologi (seperti pemanfaatan komputer dalam penataan menejemen konseling, dsb).
Telah disingung sebelumnya bahwa obyek formal dari ilmu konseling adalah upaya bantuan kepada individu yang mengacu pada fungsi layanan yang diberikan, yaitu pengentasan dan pengembangan sehingga memperoleh kualitas kehidupan yang lebih baik, sehingga sesuai dengan karakteristik dan kedudukannya diangkat sebagai suatu profesi bantuan. Yaitu suatu profesi dengan tugas khusus membantu pencapaian perkembangan pribadi individu secara optimal, dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dengan pendidikan, dilakukan untuk mendukung upaya pencapaian tujuan pendidikan secara keseluruhan, serta terkait dengan urusan kemanusiaan. Hal ini berarti bahwa kedudukan konseling adalah juga sebagai ilmu terapan (aplied science).
3 Makalah: TEORI KONSELING, Sunardi, Permanarian, M. Assjari, PLB FIP UPI, 2008
Sebagai ilmu terapan, dalam praktek konseling disamping dapat memanfaatkan teori-teori yang ada sebagai acuan, juga sudah seharusnya disertai dengan usaha-usaha serius untuk menerapkan teori serta prinsip-prinsip yang telah dikembangkan sebagai tuntutan, bukan berdasar atas kebiasaan atau tradisi. Karena itu pula untuk menunjang efektifitas dan efisiensi penerapan/aplikasi dan pengembangannya, telah didukung dengan berbagai pendidikan formal, pengembangan ilmu melalui berbagai penelitian-penelitian lapangan secara ilmiah agar tidak mandul dan steril, dibentuk organisasi profesi, kode etik profesi, serta berbagai kebijakan lain yang menunjang, sehingga pelaksanaannya di lapangan selain menuntut keahlian juga ditunutut kemampuan untuk menterjemahkan dalam suatu program yang baik dan selaras dengan kebutuhan, sehingga keseluruhan layanan yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Tugas utama ilmu pengetahuan adalah menyusun teori-teori, sehingga dapat dihasilkan suatu sistem atau struktur ilmu yang sesuai dengan obyek formalnya. Tiap teori membahas salah satu persoalan (masalah) di sekitar obyek formal tersebut. Sedangkan tugas ilmuwan adalah menulis buku yang memuat suatu ilmu menurut sudut pandang yang bersumber kepada filsafat hidup ilmuwan tersebut.
2. Fungsi dan manfaat teori
Sebagai suatu layanan bantuan, seorang konselor harus berusaha untuk mengkonseptualisasikan proses konseling yang dilakukannya berdasar atas teori-teori yang telah dikembangkan, sehingga dapat lebih dipahami dan diimplementasikan secara tepat. Bagi konselor yang sudah berpengalaman, teori-teori yang ada dapat digunakan untuk lebih memahami tentang perilaku manusia berdasar atas peristiwa, gejala, fenomena yang terjadi dalam proses konseling. Sedangkan bagi konselor pemula atau yang masih mengikuti program pendidikan, disamping dapat dijadikan media untuk membantu memahami perilaku yang muncul berdasar atas gejala, peristiwa, atau fenomennya, sekaligus dapat dijadikan penuntun atau pembimbing terhadap apa yang harus dilakukan dalam proses konseling.
Pepper (Burk dan Stefflre, 1979) menyebutkan bahwa teori adalah kaidah-kaidah atau konvensi manusia untuk menyimpan keteraturan data. Hal ini diperlukan karena ingatan manusia dapat salah, sehinga teori tidak hanya sekedar baik sekali (convenient) tetapi memang diperlukan. Melalui teori seseorang dapat memperoleh penjelasan terhadap sesuatu permasalahan yang terjadi. Karena itu teori disamping harus berisi data yang lengkap juga harus berisi struktur keterkaitannya, sehingga dapat diperoleh informasi yang jelas tentang hubungan antara fakta atau kejadian yang satu dengan yang lain.
Teori juga dapat diartikan sebagai model konseptual atau seperangkat konvensi yang dihasilkan oleh kaum teorist yang didalamnya berisi sekelompok asumsi yang relevan dan secara sistematik berhubungan satu
4 Makalah: TEORI KONSELING, Sunardi, Permanarian, M. Assjari, PLB FIP UPI, 2008
dengan yang lain, serta seperangkat definisi empirik. Menurut Burk dan Stefflre (1979) teori secara umum mengandung dua elemen, yaitu realitas dan keyakinan. Realitas adalah data atau perilaku yang kita amati dan mendorong kita untuk menjelaskan. Sedangkan keyakinan adalah cara kita untuk mencoba memaknai data dengan menghubungkan apa yang kita amati tersebut dengan penjelasan yang dapat memperkaya hal tersebut, sehingga dapat diterima secara meyakinkan.
Setiap teori konseling diyakini dapat memberikan sumbangan yang berharga bagi khasanah manusia dalam pemahaman konseling sebagai ilmu sekaligus dapat dimanfaatkan dalam praktek konseling. Hal ini tidak ubahnya dengan ilmu kedokteran yang dapat dimanfaatkan secara luas oleh para dokter dalam menganlisis penyakit, mendiagnose sebab-sebab suatu penyakit, dan akhirnya dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengobatannya secara tepat, termasuk dalam menentukan jenis obat dan dosisnya. Teori juga dapat dianalogkan dengan peta kota yang baik, yang dapat membantu seseorang memahami dimana letak suatu kota atau tempat-tempat tertentu, dan melalui rute mana saja kita bisa mencapainya dengan efisien. Dengan demikian dengan menyandarkan kepada teori, akan memudahkan bagi seorang konselor dalam menentukan arah proses konseling.
Konseling merupakan pekerjaan professional, karena itu dalam dalam melaksanakan profesinya tidak boleh mengandung kesalahan konseptual (serius dan mendalam) sehingga sulit untuk diperbaiki dan dapat berakibat fatal. Teori konseling dapat memberikan jalan bagi terhindarnya pelaksanaan profesi konseling tersebut dari kesalahan konseptual. Dalam merespon pernyataan klien seorang konselor harus melakukannya berdasar atas dugaan tentang makna yang dikemukakan klien, apakah makna pernyataan tersebut dalam kehidupan klien, apakah sesuai dengan tujuan konseling, apa fungsi konselor, apakah teknik-teknik yang dapat berhasil untuk mengerakkan ke arah tujuannya.
Sekali teori telah dibangun dan diterima oleh kalangan ilmuwan dalam bidangnya, maka teori akan melaksanakan berbagai fungsinya, yaitu mengantar sesorang kepada kepeduliannya untuk mengamati hubungan-hubungan yang terjadi, membantu dalam mengumpulkan dan menyusun data yang relevan, menjelaskan kebenaran operasional (mengarahkan kepada ramalan-ramalan yang dapat diuji dan diverifikasi), penggunaan istilah-istiah tertentu secara konsisten, dalam membangun metode-metode baru sesuai dengan situasi yang terjadi atau dalam mengevaluasi metode-metode yang telah dibangun sebelumnya, serta dalam membantu menjelaskan perilaku yang terjadi pada individu dan bagaimana cara-cara mengatasinya.
Secara esensial teori mengarah kepada generalisasi berdasar atas rata-rata, karena itu mungkin akan menghadapi masalah ketika mengaplikasikan teori tersebut kepada kasus-kasus individual, sehingga
5 Makalah: TEORI KONSELING, Sunardi, Permanarian, M. Assjari, PLB FIP UPI, 2008
untuk menjelaskan sesuai dengan keunikan individu sering memerlukan penjelasan lebih.
Suatu teori pada hakekatnya dilatarbelakangi oleh berbagai hal, mulai dari latar belakang kehidupan atau paham pribadi, latar belakang sosial, sejarah, dan paham filsafat tertentu yang mungkin tidak sepenuhnya selaras dengan nilai-nilai yang terkandung dalam budaya bangsa Indonesia. Oleh karena itu dalam mengimplementasikan teori harus hati-hati serta memperhatikan berbagai aspek secara komprehensif. Secara umum, dalam konseling tidak disarankan untuk menggunaan teori tunggal (single theory) untuk semua kasus atau memaksakan penggunaan satu teori tertentu sehingga menjadi kaku. Akan lebih efektif dan efisien apabila seorang konselor mampu mengembangkan kreasinya dengan mencoba untuk memilih secara selektif bagian-bagian dari beberapa teori yang relevan, kemudian secara sintesis-analitik mencoba menerapkannya kepada kasus yang dihadapi. Cara ini disebut sebagai pendekatan Creative-Synthesis-Analytic (CSA) atau pendekatan elektik.
Mengingat pentingnya teori dalam konseling, maka dalam implementasinya sebaiknya memilih teori-teori yang dianggap baik. Secara umum teori yang baik memiliki 5 atribut formal, yaitu : (1) jelas, dapat dengan mudah dipahami oleh pembacanya, serta tidak bertentangan (2) komprehensif, memiliki skope dan account untuk banyak tingkah laku, dapat menjelaskan apa yang terjadi pada banyak orang dalam banyak situasi, atau mampu menjelaskan fenomena secara menyeluruh, (3) eksplisit, memiliki ketepatan, karena setiap penjelaan didukung dengan data-data yang dapat diuji, (4) parsimonious, sederhana, tidak menjelaskan fenomena secara berlebihan dan jelas, mampu merangsang peneliti untuk mengembangkan teorinya (Burk dan Stefflre, 1979).
3. Klasifikasi teori konseling
Berdasar atas fokus intervensi terhadap klien, Thomson, dkk (2004) telah mengklasifikasikan teori konseling dalam tiga kelompok, yaitu teori yang berfokus kepada kehidupan perasaan, pikiran, dan perilaku klien. Sekalipun masing-masing teori memiliki fokus intervensi yang berbeda, namun dalam konseling harus dipahami bahwa perasaan, pikiran, dan perilaku merupakan satu kesatuan yang terintegrasi dalam sebuah sistem, sehingga perubahan dalam satu dari tiga bidang tersebut akan menghasilkan perubahan dalam dua bidang yang lainnya. Masing-masing bukan sesuatu yang tepisah, sebagaimana simpthom yang terjadi pada penderita schizoprenia, suatu diagnosis yang menjelaskan tentang adanya kehilangan kontak dengan lingkungan, terpisah dari realitas, dan adanya disintegrasi kepribadian. Klasifikasi dan teori-teori yang termasuk didalamnya, dapat digambarkan sebagai berikut :
6 Makalah: TEORI KONSELING, Sunardi, Permanarian, M. Assjari, PLB FIP UPI, 2008
Gambar 4.1
Klasifikasi Teori Konseling
(Adaptasi dari Thomson, dkk, 2004:34)
Berdasarkan atas fokus intervensi dalam konseling, teori konseling
juga dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori. Pertama, teori yang
berfokus kepada peristiwa dan data yang dapat diobservasi : perilaku,
perilaku yang mendahului, konsekuensi perilaku, tujuan-tujuan tingkah
laku, dan perencanaan. Kedua, teori yang berfokus kepada peristiwaperistiwa
yang tidak dapat diobservasi serta data sekitar konseling:
perasaan, pikiran, motivasi, dan sebab-sebab perilaku (Gambar 4.2).
Gambar 4.2
Titik pusat intervensi konseling
(Thomson, dkk., 2004:35)
Gambar 4.2
Fokus intervensi dalam konseling
(Thomson, dkk, 2004:35)
Dalam kategori yang pertama, konselor percaya bahwa seseorang
yang mengalami perasaan tidak enak (A), maka cara agar perasaan
tersebut dapat lebih baik (B) adalah dengan mengubah secara positif.
http://bloghmaseyko.blogspot.com/2012/07/teori-teori-konseling.html?m=1

This WordPress.com site is the cat’s pajamas

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 472 other followers